Localhost Dan Fungsinya

Localhost Dan Fungsinya

Jika ingin belajar tentang jaringan, penting bagi Anda untuk mengerti dan memahami bahasa pemrograman yang digunakan terlebih dulu. Sebagai permulaannya, Anda bisa mempelajari apa itu localhost.

  • Apa Itu Localhost
blank

Pada bidang jaringan, localhost adalah sebuah program komputer yang aktif, sedangkan komputer sendiri berperan sebagai virtual server. Dalam hal ini, komputer yang dimaksud bukan datang dalam bentuk fisik, tetapi lebih kepada suatu sistem yang beroperasi di dalam komputer itu sendiri. Masih sulit untuk mengerti pengertian localhost? Baiklah, anggap saja localhost adalah suatu cara untuk ‘memanggil’ komputer yang dalam hal ini merupakan suatu jaringan atau server.

  • Loopback Address
blank

Tak hanya dikenal sebagai suatu istilah dalam jaringan, localhost juga bisa digunakan sebagai nama domain, seperti google.com atau wikipedia.org. Dari sini bisa kita tarik kesimpulan bahwa localhost adalah sebuat alamat. Jika mengetikkan google.com di kolom alamat browser, maka Anda akan diarahkan ke halaman atau beranda utama Google. Lalu, bagaimana dengan domain localhost? Tentu saja, dengan mengetikkan domain ini, Anda akan dibawa ke komputer. Hal inilah yang disebut sebagai loopback address.

Seperti nama domain pada umumnya, localhost juga memiliki alamat IP (Internet Protocol). Alamatnya bervariasi mulai dari 127.0.0.0 hingga 127.255.255.2555, tapi normalnya 127.0.0.1. Apabila 127.0.0.1 diakses dengan menggunakan koneksi IPv4, maka akan memunculkan loopback.

  • Tujuan Localhost
blank

Jadi, apa fungsi localhost dan apa yang bisa Anda lakukan dengan software ini? Meskipun pengertian localhost terlihat sederhana, software ini sangat berguna bagi Anda yang berprofesi sebagai web developer atau bergelut di bidang komputer. Umumnya, ada tiga manfaat yang ditawarkan oleh loopback:

  • Mengetes Kecepatan
blank

Sebagai administrator jaringan atau network, pastinya Anda ingin memastikan bahwa semua peralatan dan TCP/IP berjalan serta berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk itu, Anda harus melakukan tes koneksi dengan mengirimkan perintah ping ke localhost. Jika sistem operasi yang Anda gunakan adalah Windows, misalnya, maka buka command prompt dan masukkan “ping localhost” atau “ping 127.0.0.1”. Tes ini akan menampilkan hasil performa. Berdasarkan hasil ini, jika ditemukan masalah, maka Anda bisa memperbaikinya saat itu juga.

  • Memblokir Situs
blank

Kegunaan lain yang bisa Anda lakukan dengan loopback adalah memblokir website yang tidak ingin atau tidak boleh diakses. Loopback sangat berguna dalam mengamankan browser Anda dari situs-situs yang berbahaya, misalnya yang berisi virus. Sebelum mencari informasi lebih lanjut tentang cara memblokir situs dengan localhost, Anda harus terlebih dulu tahu apa itu file hosts dan fungsinya. Umumnya, semua website memilki alamat IP. Website dapat diakses dan dibuka karena DNS atau Domain Name System mencari alamat IP yang sesuai dengan tempat di mana website tersebut terdaftar. Dalam hal ini, komputer akan membantu menyempurnakan keseluruhan proses dengan menyimpan file hosts untuk setiap situs yang Anda buka. File ini memuat alamat IP dan nama domain website. Anda dapat mengubah alamat IP ke 127.0.0.1, dan situs yang menyimpan file hosts yang telah dimodifikasi sebelumnya akan mengarahkan Anda ke localhost. Contoh yang paling nyata adalah admin komputer suatu perusahaan memblokir akses ke suatu website.

Share on Facebook Share on twitter
Related Posts
Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *

Hubungi Kami